Rabu, 27 April 2011

Ilmu, Idealisme, dan Sekolah

            Jika saya mengajukan pertanyaan 'Untuk apa Anda sekolah? Apa cita- cita Anda ?' Lalu, apa jawaban Anda? Jika saya bertanya, ' Apa idealisme itu?' , apa jawaban Anda?
        Kemarin saya menunggu di suatu tempat. Kurang lebih 5 jam saya di tempat itu. Selama saya menunggu, saya ingat masa sekolah dan kuliah saya. Saya ingat teman- teman saya, ingat guru- guru saya, ingat dosen- dosen saya dan saya bertanya dalam hati ' Sedang apakah mereka?','bagaimana kabar mereka?' dan saya ingat obrolan- obrolan dengan mereka, ilmu dan idealisme yang menyatu dalam sebuah pernyataan. Manis dan kuat, tak tergoyahkan. 'masihkah mereka seperti itu ?'
        Saya membayangkan, jika orang yang saya temui ini adalah salah satu dari teman- teman saya. Apa jadinya? Malukah dengan idealisme dan ilmu yang dulu kami agungkan?Saya tertawa miris dan saya sangat berharap, orang yang saya temui hari ini bukanlah teman- teman saya.
        Ilmu dan idealisme itu ternyata bisa dibeli oleh urusan perut.Untuk apa sekolah tinggi- tinggi? Lebih baik kurikulum dibentuk untuk urusan perut bukan untuk membentuk pikiran dan empati manusia.Jadi untuk apa sekolah tinggi- tinggi jika ilmu dan idealisme hanya tempelan belaka?
       

Minggu, 24 April 2011

Sudah Setahun...Kota Itu...

            Sudah setahun saya tak pulang ke rumah. Sudah setahun saya tak mengendarai motor Honda Grand 96 kesayangan saya. Sudah setahun saya  tidak makan rujak cingur buatan Bu Mul, tetangga saya. Sudah setahun saya tak duduk di depan rumah, menyapa tetangga- tetangga saya yang lewat di depan rumah. Sudah setahun...
          Kota itu tak membuat saya rindu teramat dalam, hanya ingin sejenak melihatnya. Setelah itu saya akan kembali lagi, di sini... sekarang...
Kota itu hanya menyimpan sejumput kenangan masa kecil, dan ingatan saya sudah mulai memudar...tapi saya akan kembali, nanti.. 

 

Paskah untuk Saya : Perjuangan dan Kegembiraan

            Malam ini adalah malam Paskah. Malam yang dirayakan dengan penuh sukacita. Malam yang tepat untuk merenung, setidaknya melalui tulisan yang saya tulis saat ini.
        Apa arti Paskah untuk saya? Jika saya ditanya, saya akan menjawab : Paskah adalah perjuangan dan kegembiraan. Meneladan kasih Kristus lewat perjamuan terakhir saat Kamis Putih, saya belajar bagaimana kasih Allah pada manusia. Apakah saya mudah mengasihi sesama? TIDAK...saya harus berjuang untuk itu. Mengalahkan segala ketidakberdayaan saya sebagai manusia untuk dapat membagi kasih saya pada sesama. Tapi Allah masih memberi kesempatan untuk saya mengumpulkan sebanyak-banyaknya tabungan kasih sesuai kehendakNya. Dan itulah anugerah Tuhan terbesar untuk saya, HIDUP.
        Meneladan kasih Kristus lewat sengsaranya yang diperingati saat Jumat Agung, saya belajar bagaimana Kristus berjuang untuk melewati sengsaraNya. Sesuatu yang diperjuangkan akan mendapatkan hasil yang melimpah. Perjuangan yang berat akan mendatangkan kebahagiaan.Tak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, asalkan percaya bahwa perjuangan itu tidak sia- sia, maka terjadilah.
        Malam Paskah adalah malam kegembiraan. Gembira menjadi manusia yang baru. Gembira karena diberi kesempatan untuk memulai kehidupan yang baru. Kegembiraan untuk berbagi kasih pada sesama, sekecil apapun itu. Niscaya, akan menjadi berkat melimpah bagi sesama.

* Selamat Paskah !*

Renungan di Kala Hujan

            Saat hujan datang...
          Pertama setetes, dua tetes lalu datang tak bisa dihadang
          Manusia berpayung jalan cepat- cepat untuk pulang
          yang lain berharap langit cepat terang

Lihat, anak itu terdiam dalam dinginnya
Kakinya tak beralas, pakaian pun sudah menempel lekat dengan badannya
Kedinginan, entah apa yang dicarinya
Uang tak seberapa yang berjudi dengan kesehatannya?


          bakmi ayam dan temannya laku di pasaran
          es kelapa berhenti dulu menjadi pusat perhatian
          yang satu menangis dalam kesendirian
          yang satu berkawan dengan keramaian


hujan selalu punya cerita
bisa indah bisa derita
jika boleh kami meminta
semoga hujan kali ini penuh cinta


*tulisan ini saya tulis setelah 2x berteduh di stasiun Bekasi* :p
         

Ugly Betty !!!

            2 hari ini saya kembali kepada kebiasaan lama saya jika libur tiba. Nonton DVD! kali ini saya menjatuhkan pilihan pada serial Ugly Betty. Saya rasa, teman- teman pernah tahu serial ini. Ya, serial ini singkatnya bercerita tentang gadis yang buruk rupa (ekstrimnya disebut demikian) tetapi punya otak yang encer,semangat yang luar biasa dan pantang menyerah. Dan, episode demi episode memberikan saya inspirasi, bagaimana sosok seorang Betty berjuang dalam kehidupannya. Oke, mungkin teman- teman mengganggap saya aneh terinspirasi dari film yang hanya rekaan manusia, tak apalah, selama itu memberikan masukan yang positif kan ?
          Pertama, apapun masalah yang Anda hadapi, kantor adalah tempat yang tepat untuk berakting! Tidak peduli, betapa buruknya perlakuan bosmu, tidak peduli betapa menjengkelkannya perilaku rekan kerjamu, tidak peduli berapa penghasilan yang kamu terima, tidak peduli sesulit apapun pekerjaanmu, love your job! bersikaplah profesional dalam pekerjaanmuu dan kerahkan semua kemampuanmu untuk mendukung pekerjaanmu. Pergi ke kantor dengan semangat dan fokus : urusanku hari ini harus selesai...bukankah mengeluh hanya akan membuat diri kita menjadi tidak maju dan malas untuk melangkah? itu yang saya tangkap dari semangat Betty.
           Kedua, single is happy ! di satu episode, diceritakan mendapatkan undangan dari si bos untuk datang ke pesta kantor. Tentu saja, dia harus membawa pasangan. Putus asa karena dia tidak mendapatkan pasangan yang tepat untuk diajak ke pesta, Betty memutuskan untuk tidak pergi ke pesta itu. Tetapi, Hilda, kakak Betty, mengatakan 'kamu harus pergi...ini kesempatanmu' dan betty pun datang seorang diri dengan percaya diri 'saya seorang diri' dan menikmati pesta itu dengan sempurna. Single is happy..i said happy not happier than....
           Ketiga, apapun yang Anda impikan, berjuanglah untuk meraihnya. Betty tidak pernah bermimpi untuk bekerja di Mode Magazine, tapi berkat perjuangannya , Betty berhasil menjadi editor ! Impian itu hanya akan menjadi impian jika Anda tidak pernah melakukan usaha untuk mewujudkan impian itu. Sebaliknya, tidak memiliki impian berarti Anda akan bergerak tanpa tujuan. 
           
* hmm, daripada saya terinspirasi dari sinetron drama kan?*:p

Minggu, 17 April 2011

Selamat Hari Minggu

         Matahari mengintip dari lubang angin. Matahari sudah muncul tanda pagi sudah datang. Kupanjatkan doa , doa yang sama, tapi aku yakin Sang Pencipta tak pernah bosan menerima doaku yang itu- itu saja. Berterimakasih atas kesempatan hidup yang diberikanNYA. Masih ada kesempatan untuk menabung kebaikan. Puji Tuhan, syukur pada Tuhan.
           Hari ini adalah adalah hari Minggu, harinya Tuhan, kata lagu anak- anak sekolah Minggu. 7 hari dalam seminggu, dan hanya sehari, itu pun hanya 2 jam dari waktuku untuk datang mendengar sabdaNya. Syukurlah, karena aku masih mengingatnya. Semoga, semakin banyak orang yang mengingatnya.
           Hari ini adalah hari Minggu, hari untuk berkumpul bersama keluarga, kata orang- orang yang disibukkan dengan pekerjaannya, yang tak sempat menghabiskan waktu bersama anak- anaknya.Sadar, kehidupan kota telah merenggut kebersamaan keluarga, tapi itulah pilihannya. Sekali lagi, jangan mengeluh.
        Hari ini adalah hari Minggu, hari untuk membersihkan perabot rumah, kata orang- orang yang tak punya asisten rumah tangga sepertiku. Seminggu sekali menghilangkan debu yang menempel. Tak perlu berkeluh kesah, anggap saja mengolah raga untuk kesehatan.
        Hari ini adalah hari Minggu,hari untuk datang ke mall, menghabiskan lembaran uang yang didapat dari Senin- Jumat. Buat sebagian wanita adalah waktu  yang tepat untuk datang ke salon, memanjakan diri dari segala penat fisik. Buat sebagian pria adalah waktu yang tepat untuk ke bengkel, sekedar memuaskan hobi yang tertunda.
         Apapun kegiatan Anda di hari Minggu, selamat hari Minggu..Enjoy! Jangan lupa, setelah Minggu ada Senin, mari kembali bekerja...:D

Tidak Pernah Lupa

        Jam 6 di Minggu pagi. Saya BW dari hp saya. Saya membaca cerita Mamatrik.Saya jadi merindukan teman- teman saya di kantor lama. Teman- teman di kantor lama adalah teman- teman saya yang pertama di Jakarta. Saya yakin, kecintaan saya pada Jakarta, adalah karena bertemu mereka. Saya yakin, kecintaan saya pada hari Senin juga karena mereka karena saya selalu tak sabar untuk berbagi cerita dengan mereka. Tempat itu, bukan menjadi ladang mencari penghasilan untuk saya, tapi tempat bermain untuk saya. Saya mencintai pekerjaan saya juga karena mereka. Dan itu tetap melekat pada diri saya walaupun saya tak bekerja bersama mereka.
         Sebelum saya memutuskan untuk pindah, saya mengalami kebimbangan yang luar biasa. Saya ingin mencari pengalaman yang lain, ilmu yang bertambah sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Itu saya katakan pada atasan saya ketika beliau menanyakan keputusan saya. Saat wawancara terakhir, saya mengatakan terus terang pada atasan saya. 'Saya akan pindah'.Saat itu saya galau, saya ingin pindah, tapi juga ada kehilangan besar yang akan saya alami.Beberapa hari saya menuliskan kegalauan hati saya di catatan Facebook.

               Senin, 10 Januari 2011, saya mengucapkan salam perpisahan dan kesan di meeting pagi. Teman seangkatan saya, Mba Rifka yang memberikan kesempatan pada saya untuk mengucapkan salam perpisahan itu. Ada haru yang tertahan saat itu, sadar bahwa saya harus berpisah dengan teman- teman yang sudah mewarnai kehidupan saya selama 3 tahun. 14 Januari 2011, adalah hari terakhir saya bekerja di kantor itu. Saya pulang kantor dengan langkah gontai,pikir saya saat itu, kelak jika saya datang lagi ke tempat ini, saya akan datang sebagai tamu.
          Dan sayapun kembali ke tempat itu. Sebagai tamu. Hanya sekedar untuk janji makan siang bersama mereka, atau hangout sepulang kantor. Tak ada yang berbeda, mereka menyambut hangat kedatangan saya. Dengan senyum mengembang, ciri khas tempat itu. Saya pun tak putus komunikasi dengan mereka, bahkan saya masih sering membicarakan tentang pekerjaan saya yang tertunda dengan rekan kerja kerja saya dulu.
         Perpisahan itu bukan akhir segalanya,  cerita setelah perpisahan itulah yang penting. Saya sangat bahagia memiliki teman- teman seperti mereka. Tak terlupa, terimakasih temans...Sukses untuk kalian semua. ENJOY !