Kamis, 07 Juli 2011

Fix You

When you try your best, but you don't succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can't sleep
Stuck in reverse
When the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

High up above or down below
When you too in love to let it go
If you never try you will never know
Just what your worth

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down on your face
And I..

Tears stream down your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down on your face
And I..

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you.
   
Fix You - Coldplay

           Lirik lagu di atas adalah lirik Fix You oleh Coldplay. Saya tersentuh oleh lagu itu. Saat kita merasa dalam kondisi lelah, maksud saya lelah secara emosional, pasti kita butuh tempat untuk bercerita, untuk menumpahkan penyakit emosi itu. Semoga lagu ini bisa  menjadi penyemangat untuk teman- teman yang sedang mengalami penyakit emosi... Lights will guide you home and ignate your bones and i will try to fix you....

Si Single yang Harus Naik Single Operation

            2 Juli 2011, akhirnya KRL Commuter Line dengan pola single operation resmi dimulai. Keluhan di sana sini masih ada saja. Di jam- jam 'panas' kereta menjadi transportasi yang tidak manusiawi. Kereta yang terlambat datang sesuai jadwal dan penumpang yang penuh sesak adalah 2 keluhan utama saat jam panas itu. Saya pun mengalaminya. 
mengubah jadwal kereta yang tadinya jam 7 tepat menjadi 6.25. Beda setengah jam sih, tapi effortnya luar biasa ! Untunglah, saya belum mempunyai tanggungan apa- apa selain diri saya sendiri. Saya membayangkan penumpang lain yang meninggalkan keluarganya lebih pagi dari biasanya. Rugi waktu! Entah kenapa, 4 loket karcis yang seharusnya beroperasi hanya 3 yang buka, 1 untuk kelas ekonomi, 1 untuk commuter line. Bisa dibayangkan, antrian mengular. Lagi- lagi, rugi waktu! Saya harus berada di baris antrian pertama jika ingin mendapatkan tempat duduk. jadi, begitu pintu kereta terbuka, saya harus berebut masuk dengan ibu-ibu yang lain. *saya selalu duduk di gerbong wanita* Saling sikut, saling dorong, adalah pemandangan yang lumrah tiap kali masuk gerbong kereta. begitu dapat tempat duduk, hmm jangan senang dulu! di depan saya akan ada ibu- ibu lain yang akan menggelar kursi lipatnya untuk duduk. Beradulah lutut saya dengan ibu itu. dan jangan berharap melonjorkan kaki seperempat saja. Tak bisa..kereta akan penuh.
Perjalanan menjadi kurang lebih satu jam...sabar...:D
           Jam panas di sore hari lebih seru lagi.Setiap pulang, bisa dipastikan, saya tidak akan berdiri sempurna di kereta. Mengapa? karena saya naik dari stasiun Gondangdia, artinya, penumpang sudah memenuhi kereta sejak Kota, Juanda, Gambir. Jangankan pegangan nyaman, dapat pegangan aja udah lumayan. Dan...tidak ada kursi lipat! Nekad pakai kursi lipat? bersiaplah tebal muka dan tebal telinga diomongin orang..oh ya, siap- siap juga kepala kena tas, punggung kena lutut orang..hehehe...saya suka begitu ke orang yang duduk di kursi lipat sih...:p heran deh, masih ada aja yang naik dari Jatinegara...rupanya, banyak juga yang memanfaatkan BCL ini.
Saya suka tertawa dengan komentar- komentar di Solidaritas Jabodetabek untuk KRL yang Lebih Baik. Ada aja...tapi yang menarik adalah komentar pedas yang mengatakan bahwa kebanyakan yang ga setuju dengan single operation adalah ex penumpang ekspress. Menurut komentar itu, penumpang ekspress tuh malas karena ga mau berangkat pagi... Ha ha ha...bukan males kale...tapi namanya fasilitas dengan uang yang jauh lebih ya harusnya sepadan dunk...Toh, kalo ekpress dinaikin tapi cepat juga tetep aja laku. Yakin deh...penumpang ekspress berani bayar lebih untuk waktu tempuh yang lebih cepat ! * mulai emosi* Jelas- jelas yang dibeli dari ekspress tuh waktu tempuhnya bukan ACnya, bukan kursi empuknya juga bukan gangguan sinyalnya.
          Nah, saya punya saran. Sebaiknya, gerbong KRL tuh diganti aja dengan kereta barang. Nah di lantai nya ada petak ukuran 30 x 30 cm . nah tiap orang, lahannya di situ. Adil kan? Konsekuen dunk..kereta muatnya untuk berapa orang. Terus, tetep ada tuh KRL ekpress. Jadi bayar lebih mahal. terus ada tuh commuter line yang seperti ac ekonomi dan ekonomi. Ah, tapi saya miris lihat kondisi kereta ekonomi. Kok bisa ya kereta yang seperti itu jalan?Ah, jangankan lihat interior dalamnya, luarnya aja udah keliatan banget tak terawat. Pantas lebih banyak yang duduk di atap.Isis ! *dingin*
           Tapi, apa boleh buat...tampaknya kereta menjadi sarana transportasi yang tidak merepotkan untuk saya. Sebenarnya, saya bisa naik apa saja sih. Pertama, naik motor...Kedua naik bis. Ketiga naik mikrolet. Setelah saya hitung- hitung waktu dan tenaga..tampaknya ketiga pilihan itu beda- beda tipis dengan naik kereta. Jadi, tak apalah naik kereta...single ini..ga punya tanggungan di rumah...jadi bebas pulang jam berapapun..ha ha ha ha
ENJOY!

Selasa, 05 Juli 2011

Memintal Duka...Membuang Nestapa

            Siang ini matahari tak cukup bersinar
          Dua orang duduk bertukar kabar
          Katanya, hatiku sedang terbakar
          Oleh duka yang tak kunjung pudar

Yang lain bertanya , apa yang harus  kulakukan
Tak perlu, cukuplah kau diam tak usah banyak pertanyaan
Aku tau doamu telah tersampaikan
tak ada yang perlu kau kawatirkan

           Memintal duka, membuang nestapa
      
             
         
         


         

Salah Lagi, Lagi- Lagi Salah

            Salah satu tugas saya di kantor adalah membuat perjanjian atau bahasa kerennya legal drafting. Sebenarnya, sebagai seorang legal staff, tugas ini adalah tugas yang paling saya sukai. Pertama, saya bisa diskusi dengan para user, kedua saya bisa menyusun kalimat- kalimat yang mengakomodir semua keinginan para pihak dan tentunya sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.
        Pengalaman saya di kantor sekarang sungguh berbeda dibandingkan di kantor lama.  Seringkali saya membuat perjanjian dengan infomasi yang kurang lengkap. Kadang,  saya salah tangkap dengan objek perjanjian yang dimaksud. Misalkan, user  butuh perjanjian tentang penjualan online yang dikelola oleh klien user, tapi saya menangkapnya, penjualan online ditangani oleh user. Nah, di kantor sekarang, direktur yang notebene pihak yang berhak menandatangani perjanjian akan mengoreksi draft saya habis- habisan. Kenapa saya bilang habis- habisan? Karena beliau akan mengoreksi pasal demi pasal ! Hmm, tiap kali menghadap, saya akan merasa seperti bimbingan skripsi. jadi, tiap kali saya masuk ke ruangannya, saya akan bilang ke sekretarisnya :'Mo bimbingan , Mbak'
         Nah, tiap kali saya membuat perjanjian, selalu saja ada koreksi dari beliau. Bukan hal yang menyangkut substansi hukumnya sih, tapi lebih ke kepentingan user. Jadi, keinginan user seringkali tidak sesuai dengan kebijakan direktur saya. Saya jadi repot! User bilang draft saya sudah oke, ternyata di direktur ditolak. Ribet...saya bolak balik ke user, direktur, balik lagi ke user, ke direktur...akhirnya..saya bawa user  ke direktur. *hanya untuk perjanjian kerjasama , saya harus bolak- balik* Dan..benar!!! terjadi miskomunikasi antara user dan direktur.Arghhh...
         Pernah suatu kali, saya miss tidak memasukkan satu pasal tentang sanksi. Padahal salah satu pihak ternyata wanprestasi. Tuiingggg....negosiasi lagi deh...salah lagi salah lagi... Jadi, beberapa kali membuat perjanjian, saya mengambil kesimpulan sebagai berikut
Pertama, sebelum membuat perjanjian berdiskusilah untuk membicarakan kepentingan para pihak. Jangan hanya menerima kerjaan tanpa penjelasan yang informatif.
Kedua, jangan hanya percaya pada user, bagaimanapun juga yang akan menandatangani perjanjian tersebut adalah direktur, jadi pastikan direktur sudah membaca dan jangan lupa, bubuhkan paraf user di tiap halaman, tanda bahwa user juga telah membaca serta memahami perjanjian.
Ketiga,THINK OUT OF THE BOX. Selain menuangkan kepentingan para pihak di pasal- pasal perjanjian, berpikirlah lateral...kira-kira hal apa yang berhubungan dengan kepentingan tersebut. Inilah yang dinamakan drafting.
Keempat , buatlah perjanjian dengan kata- kata yang singkat, padat dan jelas. Tidak perlulah meniru kata- kata di KUH Perdata..user yang bukan orang hukum, justru akan malas membacanya :p


Semoga lain kali saya tidak salah- salah lagi ya...
        

Kamis, 30 Juni 2011

Menutup Juni : Satu Jam yang Berharga

            Tak terasa, hari ini tanggal 30 Juni. Tak terasa, hari ini pertengahan tahun. Tak terasa..besok weekend lagi.Hari ini saya menutup Juni dengan sesuatu yang tidak biasa. Ya, mulai hari ini, jam biologis saya berubah. Penyebabnya tak lain tak bukan adalah kebijakan KAI dengan single operation-nya. Setiap KRL baik commuter line atau ekonomi akan berhenti di tiap stasiun. Konsekuensinya jelas, butuh waktu ekstra dari biasanya. Demi sesuap nasi dan mudah-mudahan berlian, saya pun mau tak mau harus berangkat lebih pagi dari biasanya.
          Semalam, saya sudah mempersiapkan diri untuk hari ini. Baju kerja sudah saya siapkan, tas dan peralatan kosmetik saya sudah saya masukkan, handphone sudah saya charge. Jadi, begitu saya bangun, saya tinggal mandi, makan, dan berangkat. Itu rencana saya semalam. Dan...ketika alarm berbunyi pukul 5 tepat..saya bangun, kemudian tidur ayam- ayam sekitar 15 menit. Berikutnya, mandi, makan. Jam 6 kurang 5 saya sudah menuju stasiun. Saya akan naik kereta jam 6.25. Eng...ing...eng...keretanya PENUH!!!!Dan..saya baru sampai kantor jam 7.50! Damn...kebijakan macam apa ini? 
            Cerita waktu pulang kantor lain lagi. Saya ikut KRL Bogor ke Juanda. Pilihan saya tepat. Di stasiun Gondangdia penumpukan penumpang terjadi...Damn *lagi* Dan...di cikini, manggarai, jatinegara..masih ada aja yang naik...keretanya bukan sesak lagi..tapi berdiri sempurna pun saya tak mampu. Untung saya berada di gerbong wanita. Kalo di gerbong umum? hufffttt...ga kebayang gesekan- gesekan yang terjadi. 
            Selama perjalanan pulang, saya lihat ibu- ibu di sekitar saya. Ada yang muda,ada yang setengah tua, ada yang tua. Saya masih merasa beruntung...saya pulang tak ada yang menunggu...kalau ibu - ibu ini? Berapa jam mereka meninggalkan rumah, meninggalkan , terutama anak- anak mereka. Berapa jam waktu yang tersisa untuk anak- anak mereka? Jika biasanya mereka bisa naik kereta jam 7 pagi, artinya mereka masih sempat memandikan anak mereka misalnya, dengan jadwal yang baru, apa mereka harus keluar rumah saat anak-anak masih terlelap? Jika biasanya mereka bisa sampai jam 6 sore, artinya mereka masih sempat menemani anak- anak mereka mengerjakan PR , apa mereka sekarang masih sempat melakukan itu? Sungguh, kebijakan baru ini membuat jam biologis penumpang menjadi berubah. Dan konsekuensinya : satu jam yang berharga hilang begitu saja. Hmmm...apakah pembuat kebijakan mempertimbangkan hal ini ya? Belum lagi, dengan molornya jadwal membuat emosi penumpang juga diuji. Kalo emosi ini terbawa ke rumah, siapa yang kena imbasnya? Anak- anak juga kan?
          Ah, saya yakin, semua ini hanya butuh adaptasi. Bukankah hidup di kota harus pandai- pandai adaptasi? Lama- lama akan terbiasa...dan  semoga, pembuat kebijakan komuter memikirkan masak- masak sebelum membuat kebijakan yang aneh- aneh seperti sekarang. Dan buat ibu- ibu yang saya temui tadi, 2 jempol untuk mereka..untuk perjuangan mereka...semoga tawa anak- anak mereka membuat mereka semakin yakin, apa yang mereka lakukan juga untuk kebaikan anak- anak. ENJOY KRL COMMUTER LINE ...welcome single operation !


ps....selamat meninggalkan Juni...semoga bulan Juli menjadi bulan yang penuh kebahagiaan untuk teman- teman semua!

Rabu, 29 Juni 2011

Cerita Rabu Libur !!!

            Rabu ini Rabu yang spesial. Ya, tanggal merah di tengah- tengah weekday sangat jarang ditemui. Biasanya sih, begitu melewati Rabu, harumnya weekend sudah mulai tercium. :D Dulu, waktu saya masih di kantor lama, saya suka ambil cuti di hari Rabu. Rasanya asik sekali, di saat teman teman yang lain berjibaku di depan komputer saya asik tiduran. Ha ha ha...jadi terus terang, saya suka ambil cuti untuk hal yang tak penting *ngabisin cuti aja* Padahal di hari cuti itu saya cuma tiduran aja di kos, nonton TV, baca majalah, ngemall atau nyalon. Ga penting kan? 
          Hari ini, saya tetap bangun pagi. Ya, alarm handphone saya penyebabnya. Sepertinya pola tidur saya sudah otomatis. Weekday bangun jam 6 kurang 15 , weekend bangun jam 8 :p. Nah, agenda saya juga tetap sama seperti weekend. Beres- beres rumah. Kali ini minus membersihkan kamar mandi dan cuci piring. Oh ya, pagi ini saya juga ngobrol dengan mama via telpon. Topiknya? ga jauh- jauh deh dari mengelola keuangan dan pernikahan. Ha ha ha...maksudnya pernikahan teman- teman saya...
           Nah, terinpirasi dari cerita Gaphe tentang motornya, saya akhirnya ke bengkel untuk servis Si Merah. Si Merah sudah saatnya diservis. JMasih memanfaatkan servis gratis,jam 11 saya ke bengkel AHASS terdekat. Dasar motor baru, keluhannya ga penting : gas kurang gede yang berakibat suka mati di lampu merah.Plus ganti oli.1, 5 jam lah saya di bengkel. Plus ngantrinya sih. Saya jadi ingat...waktu kuliah saya juga suka ke bengkel untuk servis motor. Bedanya, motor yang saya serviskan motor dewasa alias tahunnya udah tahun 1997an. (saya kuliah tahun 2003-2007). Nah, tiap servis, bawaannya deg- degan. Tiba- tiba mekaniknya bilang : Mbak ganti ini, Mbak ganti itu...Ha ha ha...tapi soal iritnya, jangan diragukan...teman- teman saya menjuluki motor saya si pelit! bensinnya bandel sih...hemat beib!
           Agenda selanjutnya adalah: ke Na****a. Tujuannya adalah beli cream- cream muka. nah tiap kali ke sini, saya agak was- was. Pertama, habis berapa ya? Kedua, takut disuruh konsultasi dan disuruh perawatan ini itu. Yaela..ternyata buat cantik itu mahal! Saya termasuk pasien yang bandel Jarang sekali perawatan. Terus terang saya kurang suka perawatannya. Antri lama, tindakan lama, dan kudu rutin. Jadi, hasilnya pun setengah- setengah. Nah, dulu waktu saya belum jadi pasien si N tadi, wajah saya penuh jerawat ! Jerawat batu pula...Saya ingat komentar dokternya ketika itu :'Ya ampun Mbak, mukanya kenapa?' Ha ha ha...langsunglah bonus tahunan pertama saya diinvestasikan ke si N itu. Dan eng ing eng...hari ini saya menabung 250rb untuk muka saya. Investasi! Ha ha ha

           Berikutnya, saya ke mall terkenal di Bekasi. Tujuan utama saya adalah ke salah satu salon training J. Ya, untuk menghemat, saya biasanya ke salon training J, toh perawatannya sama seperti di salon professionalnya. Bedanya, di salon training, kita hanya membayar produk saja, kan manpowernya masih training jadi ya gratis. Hasilnya ga beda jauh kok. Cukup 37 rb sudah dapat hair refresh dan vitamin dari Lo***l. Plus tips untuk si kapster. Tapi, kudu sabar ya antrinya. Saya harus menunggu 8 orang untuk merasakan hair refresh. Jadi, saya putuskan untuk jalan- jalan dulu keliling mall. Wow! mall seperti pasar! Rame banget...iyalah..libur, tanggal muda, musim diskon. Klop deh! Untung ga ada flat shoes yang saya suka, ga ada celana jeans yang saya taksir dan kemeja yang saya pengen. Tiap kali ke mall, saya harus menahan nafsu saya untuk ketiga item itu.Kembali ke cerita salon training dan rambut. Beberapa kali saya mengecat rambut saya. Saya bermain aman, warna coklat. Jadi , kalo kena sinar jadi berkilau. Ah, tapi itu hanya 3 bulan saja. Begitu lewat 3 bulan, warna peroksida-lah yang keliatan. Ya! rambut saya jadi rambut teyengan, alias besi berkarat. Jadi, tiap 3 bulan sekali saya harus mengecat ulang. Harganya? sekitar 200an! Nah, karena pengecatan itulah saya harus rajin ke salon training tadi. Asli, gara- gara cat rambut, rambut saya jadi kering, pecah dan seperti ijuk. Setelah rambut sehat mulai didapat, saya ga kapok juga menambahkan bahan kimiawi ke rambut saya. Bulan Desember kemarin, saya memutuskan untuk meluruskan rambut saya yang sebenarnya tidak keriting. Kali ini, saya agak menyesal. Selain harganya yang hampir 2 kali lipat pengecatan, rambut saya juga patah. Lagi- lagi saya harus perawatan. Kali ini saya benar- benar kapok menambahkan bahan-bahan kimia ke rambut saya. kasian rambut saya! Dan...saya mulai menemukan uban di rambut saya! apakah ini faktor umur atau faktor kimiawi? :p
           Acara berikutnya adalah, cuci motor! ga lengkap kan kalo motor udah diservis, tapi ga dimandiin? Jadilah motor saya kinclong..kincling..plus tarikannya mantap! asik...asik..asik...Tak lupa, saya bersihkan juga debu- debu yang nempel di helm merah saya. 
           Lumayan loh, saya keluar rumah jam 11 dan baru kembali jam 4 sore...tak terasa libur tengah minggu akhirnya berakhir...selamat datang kembali hari kerja...tapi lusa sudah boleh bernapas lega karena : selamat datang libur *lagi*
            Apa acara libur tengah minggumu ?????

Senin, 27 Juni 2011

Mari Berdoa

            Lima waktu dalam sehari Tuhan meminta waktumu, berapa kali kau menyapaNya?
          Satu kali dalam seminggu Tuhan meminta kehadiranmu, berapa kali kau datang memenuhi undanganNya?
         Hari ini, lebih banyakkah ucapan syukurmu dibandingkan keluhanmu untukNya?
         Semoga esok masih ada kesempatan untuk menyenangkan hatiNya. Amin