Jumat, 25 Maret 2011

Legal Staff: Dulu dan Sekarang


Sudah 2 bulan saya bekerja di kantor yang baru. Tadinya, saya mengira pekerjaan saya yang baru sama dengan pekerjaan saya di kantor lama. Judul pun sama : Legal Staff. Tapi, tunggu dulu, ternyata dugaan saya salah. Rupanya saya kelabakan juga dengan pekerjaan baru saya. 3 tahun pengalaman saya rupanya belum cukup untuk menyelami pekerjaan baru saya.
Alkisah, saat ini saya bekerja di perusahaan yang memproduksi software pendidikan. Murni buatan anak bangsa dan ternyata namanya sudah mendunia. Tadinya saya pikir, saya akan banyak berkecimpung dengan dinas pendidikan, dinas yang paling sering saya kunjungi ketika saya bekerja di kantor lama. Ternyata, kemampuan drafting sayalah yang diuji di kantor baru. Entah, sudah berapa perjanjian dan berapa macam surat yang saya olah dari pikiran saya. Perjanjian yang saya buat pun lebih kompleks. Dari perjanjian jual beli sampai perjanjian kerjasama multimedia yang tak saya mengerti. Dan ini yang saya suka dari pekerjaan baru saya : ketika saya membuat perjanjian, saya benar- benar diajak untuk berdiskusi dengan user. Beginilah kira- kira tahapannya : diskusi dengan user – mencatat poin perjanjian – drafting – koreksi – dan terakhir menuangkannya dalam perjanjian.
Suatu kali, saya sudah membuat sebuah perjanjian kerjasama dengan seorang trainer. Seperti biasa, saya meminta Direktur untuk menandatangani perjanjian tersebut. Dan…perjanjian yang telah saya buat dikoreksinya satu per satu! Saya merasa seperti ujian skripsi…kurang lebih setengah jam saya berdiskusi dengan beliau. Setelah itu , beliau pun berkata : ‘Astrid, tolong saya buatkan perjanjian scripter, illustrator,bla bla’ OMG…drafting lagi????
Selain drafting, project saya selanjutnya adalah legal documentation. Saya, yang kurang suka dengan pekerjaan administrasi mau tak mau harus mengumpulkan semua dokumen, mengkopinya, dan menyimpan aslinya di safety box. Terus terang, saya bingung harus memulainya dari mana. Saya pun merindukan rekan kerja saya di kantor lama. Mba Rina, legal admin di kantor lama saya begitu rapi menyimpan dokumen dan sistematis membuat dokumentasi. Saya pun berniat untuk berguru padanya. Hehehehe
Jika dulu saya hanya bertanggungjawab pada legalitas 1 PT, sekarang tidak tanggung-tanggung. Saya bertanggung jawab pada 3 PT yang masih dalam grup kantor saya! Repot? Tentu saja…PT A akan ganti nama, saya harus hubungi notaries, kumpulkan tanda tangan pemegang saham, dll, PT. B akan jual beli saham..PT. C butuh perjanjian jual beli…Hectic!
Dulu, saya Cuma melihat sertifikat merek, olala, sekarang saya harus melakukan pendaftaran hak cipta dan merek. Repot??? Luar biasa! Mungkin karena baru pertama kali saya melakukannya. Saya belum sepenuhnya hapal di luar kepala prosesnya atau loket mana yang harus saya tuju, siapa yang saya temui. Ditambah dengan lokasi dirjen haki yang jauh…makin pusinglah saya.
Untungnya, saya tak lagi menangani personalia, ataupun dimintai pendapat tentang ketegakerjaan. Di kantor yang baru, batas antara legal dan HR sangat jelas. Jadi pekerjaan saya sehari-hari lebih mengarah ke hukum perusahaan. Lega…masih segar di ingatan saya, bagaimana saya harus membuat peringatan pada staf yang notebene teman saya sendiri. Sekarang, saya tak akan melakukan hal itu lagi ataupun bersinggungan dengan hal itu.
So far, saya menikmati pekerjaan saya. Saya menikmati kegilaan saya …dan efek dari pekerjaan saya : Tata bahasa saya menjadi kaku dan baku…ola la la… Tak mencoba berarti kita tidak akan pernah belajar dan berkembang, bukan? ENJOY!!!!!

2 komentar:

  1. semangat terus Mbak!.. great salary comes great responsibility.. hahaha.. selamat menikmati pekerjaan yang sekarang. rasanya mungkin pantas koq.

    BalasHapus
  2. tepat sekali : great salary comes great responsibility! jadi tidak menyesal memilih tempat baru ini phe !

    BalasHapus