Minggu, 17 April 2011

Tidak Pernah Lupa

        Jam 6 di Minggu pagi. Saya BW dari hp saya. Saya membaca cerita Mamatrik.Saya jadi merindukan teman- teman saya di kantor lama. Teman- teman di kantor lama adalah teman- teman saya yang pertama di Jakarta. Saya yakin, kecintaan saya pada Jakarta, adalah karena bertemu mereka. Saya yakin, kecintaan saya pada hari Senin juga karena mereka karena saya selalu tak sabar untuk berbagi cerita dengan mereka. Tempat itu, bukan menjadi ladang mencari penghasilan untuk saya, tapi tempat bermain untuk saya. Saya mencintai pekerjaan saya juga karena mereka. Dan itu tetap melekat pada diri saya walaupun saya tak bekerja bersama mereka.
         Sebelum saya memutuskan untuk pindah, saya mengalami kebimbangan yang luar biasa. Saya ingin mencari pengalaman yang lain, ilmu yang bertambah sesuai dengan latar belakang pendidikan saya. Itu saya katakan pada atasan saya ketika beliau menanyakan keputusan saya. Saat wawancara terakhir, saya mengatakan terus terang pada atasan saya. 'Saya akan pindah'.Saat itu saya galau, saya ingin pindah, tapi juga ada kehilangan besar yang akan saya alami.Beberapa hari saya menuliskan kegalauan hati saya di catatan Facebook.

               Senin, 10 Januari 2011, saya mengucapkan salam perpisahan dan kesan di meeting pagi. Teman seangkatan saya, Mba Rifka yang memberikan kesempatan pada saya untuk mengucapkan salam perpisahan itu. Ada haru yang tertahan saat itu, sadar bahwa saya harus berpisah dengan teman- teman yang sudah mewarnai kehidupan saya selama 3 tahun. 14 Januari 2011, adalah hari terakhir saya bekerja di kantor itu. Saya pulang kantor dengan langkah gontai,pikir saya saat itu, kelak jika saya datang lagi ke tempat ini, saya akan datang sebagai tamu.
          Dan sayapun kembali ke tempat itu. Sebagai tamu. Hanya sekedar untuk janji makan siang bersama mereka, atau hangout sepulang kantor. Tak ada yang berbeda, mereka menyambut hangat kedatangan saya. Dengan senyum mengembang, ciri khas tempat itu. Saya pun tak putus komunikasi dengan mereka, bahkan saya masih sering membicarakan tentang pekerjaan saya yang tertunda dengan rekan kerja kerja saya dulu.
         Perpisahan itu bukan akhir segalanya,  cerita setelah perpisahan itulah yang penting. Saya sangat bahagia memiliki teman- teman seperti mereka. Tak terlupa, terimakasih temans...Sukses untuk kalian semua. ENJOY !

3 komentar:

  1. every goodbye starts a new hello, jangan anggap itu perpisahan laah.. tetep temenan kan, hanya nggak berhubungan sama kerjaan. semangaat!

    BalasHapus
  2. iya, makanya aku bilang perpisahan itu bukan akhir dari segalanya.:D beneran deh, kamu bakal ngrasain kalo udah keluar dari tempat itu phe. Tulisan ini aku tulis habis baca blognya aul.btw, jadi kapan kamu mengikuti jejakku phe?:p

    BalasHapus
  3. perpisahan memang selalu menyisakan sesuatu yang hilang didalam hati....

    salam :)

    BalasHapus