Sabtu, 18 Juni 2011

Seri Kereta : Cerita di Tiap Stasiun


Stasiun Gondangdia, Pukul 17.20
A, adalah pedagang koran, majalah dan tabloid. Mengenakan rompi hijau muda terang dengan kantong di kiri dan kanan. Rambut gondrong, badan kurus. Melompat dari jalur 1, menyeberang rel, naik ke jalur 2. Begitu sebaliknya. Lumayan, ada juga  yang beli. Berapa penghasilannya? Entahlah, yang pasti kantongnya terisi uang receh dan lembar ribuan. Mungkin, sekali lagi mungkin, ada dana khusus yang dia sisihkan untuk membeli param kocok. Tidak mudah melompat dan naik jalur peron stasiun.
B adalah pengamen. Membawa tongkat, ya, penglihatannya kurang. Jalannya lurus, sesekali berhenti jika tongkatnya mengenai kaki orang. Lumayan, ada yang memberinya recehan di plastik bekas kemasan softener yang dibawanya. Berapa penghasilannya? Mungkin, sekali lagi mungkin, ada dana khusus yang dia sisihkan untuk memperbaiki radio butut yang jadi andalannya saat mengamen.
Stasiun Gambir, Pukul 18.00
            C dan beberapa temannya adalah kuli panggul. Berseragam kuning, berebut masuk ke gerbong kereta Taksaka yang hampir berhenti. Berapa penghasilannya? Entahlah …mungkin saja mereka kurang beruntung, penumpang di gerbong yang mereka pilih tidak membutuhkan jasa mereka.
Stasiun Kota, Pukul 18. 15
            D adalah pedagang lontong. Mengenakan kaos hijau bertuliskan merek lontong.Tangan kiri memegang keranjang lontong, tangan kanan memegang kantong plastik berisi martabak. Berebut menjajakan dagangan, tangan cekatan menerima uang, memberikan dagangan, dan member kembalian. Begitu ada teriakan ‘Hijau..hijau…jalan’, mereka berebut keluar gerbong. Tak jarang pembeli tidak sempat menyodorkan uang padahal makanan sudah di tangan. ‘Besok aja teh..’, kata penjual lontong. Berapa penghasilannya? Entahlah…mungkin saja harus dipotong lontong terjual tanpa uang.
Masihkah merasa tidak beruntung dengan pekerjaan dan penghasilan yang kita miliki sekarang? Masihkah mengeluh pekerjaan itu sungguh membosankan?

6 komentar:

  1. adek.......................

    BalasHapus
  2. nggak deeh.. nggak ngeluuh..

    hayoo siapa yang dulu ngeluh trus akhirnya pindah kerjaan?? *wink*

    BalasHapus
  3. @mba rif :apa???
    @gaphe :bukan ngeluh phe..tapi mencari sesuatu yang lebih baik :p

    BalasHapus
  4. bekerjalah dengan enjoy... :))

    BalasHapus
  5. betul sekali ...:D kalo tidak enjoy, tinggalkan saja, yang penting jangan mengeluh...

    BalasHapus
  6. adek, namamu ada di blogku, cek ya!

    BalasHapus